Benarkah Bisnis (Online) Kecil Tidak Perlu Fokus Pada Sistem Keamanan Siber ?

<?php echo $post->title;?>

Dalam membangun sebuah bisnis/usaha, modal menjadi kebutuhan utamanya. Modal tidak harus dalam nominal rupiah, melainkan seperti tenaga maupun ide. Terkadang, ketika kita membangun sebuah bisnis, hal utama yang selalu menjadi perhatian besar adalah bagaimana cara agar produk yang kita tawarkan dapat dikenal serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga membuat bisnis yang kita tekuni menjadi awet ( sustainable ).

Salah satu komponen penting dalam menciptakan roda bisnis yang positif, kita sebagai penjual harus dapat memberikan rasa nyaman yang dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap apa yang kita tawarkan. Dengan menciptakan "trust" tersebut, kita memiliki peluang besar untuk mendapatkan loyal customer yang akan selalu memprioritaskan produk yang kita tawarkan daripada produk lain.

Di era industri 4.0, perusahaan melakukan berbagai cara yang tergolong mainstream maupun anti-mainstream untuk tetap menjaga kepercayaan pelangganya. Contohnya seperti memberikan potongan harga khusus apabila menjadi member langganan, prioritas layanan terbaik, serta jaminan keamanan data pribadi pelanggan. Hal tersebut menjadi salah satu investasi besar yang harus mereka lakukan untuk menjaga nama baik serta kepercayaan pelanggan yang telah dipupuk sejak lama. Mengapa hal tersebut dapat dikatakan sebagai investasi besar? Apabila kita melihat biaya jasa seperti pembuatan sistem baik berbasis website , android maupun ios, lalu SEO, Digital Marketing, hingga Penetration Testing untuk pengecekan celah keamanan sistem digitalnya tidaklah murah, bahkan mulai dari puluhan juta rupiah.

Lantas bagaimana dengan pengusaha online skala kecil , menengah atau startup yang baru berkembang ? Tentu, mereka juga harus melakukan hal yang sama, bahkan melakukan effort yang lebih daripada perusahaan untuk menarik pelanggan. Namun, saat ini kebanyakan pelaku bisnis online skala kecil hingga menengah masih terlalu mengesampingkan perihal sistem kemanan digitalnya. Banyak yang beralasan bahwasanya "rumah kecil, tidak akan menarik perhatian penjahat", padahal kejahatan dapat terjadi karena adanya kesempatan. Menurut penilitan yang dilakukan oleh University of Portsmouth pada tahun 2019, terdapat 31% perusahaan mikro mengalami peristiwa kejahatan siber. Kejahatan tersebut terdiri dari

- 19% kehilangan file atau akses jaringan.

- 10% website melambat bahkan diambil alih.

- 9% software atau sistemnya rusak.

Dampak dari peristiwa kejahatan siber tersebut tentunya sangat berat bagi perusahaan mikro. Bertahun-tahun bersaing untuk memenangkan pasar, menggapai kepercayaan masyarakat seakan terasa musnah dalam sekejap apabila kita tak mampu mengatasi persoalan terkait cyber crime tersebut. Maka dari itu, walaupun bisnis yang sedang dirintis masih tergolong kecil, kita tetap perlu fokus pada sistem keamanan siber. Terdapat beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk meminimalisir terjadinya peristiwa seperti diatas, yakni :

1. Menggunakan jasa konsultan keamanan siber

2. Mendelegasikan tim IT bisnis anda untuk menimba ilmu terkait cybersecurity

3. Mengikutkan aplikasi anda pada platform bug bounty

Beberapa langkah tersebut dapat dikatakan tidak terlalu menguras dompet perusahaan anda karena nominal yang harus dikeluarkan tidak sebesar melakukan penetration testing. Jadi, mulai dari sekarang yuk!!
Share this Post:

0 Comments

Leave a Comment

(optional)
(optional)