Cybercrime Semakin Merajalela di Industri 4.0

Cybercrime Semakin Merajalela di Industri 4.0

Internet of Things (IoT) memang dapat memberikan pertumbuhan yang cepat pada industri masa kini, namun juga membawa banyak masalah keamanan. Terlalu banyak perangkat yang memiliki sistem perlindungan yang buruk, seperti pengguna dengan nama pengguna dan kata sandi standar. Ini adalah target yang sangat mudah untuk diekploitasi dengan memberikan akses ke jaringan Anda, membahayakan data Anda, atau berpotensi digunakan untuk menyalakan botnet atau meluncurkan serangan lain.

Menurut CCBTechnology.com, faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap pertumbuhan kejahatan dunia maya (cybercrime) meliputi teknologi serangan baru, kejahatan dunia maya sebagai layanan dan meningkatnya kecanggihan finansial para penjahat dunia maya dalam skema bisnis mereka. Pertanyaannya bukan lagi “jika” bisnis Anda akan ditargetkan, tetapi “kapan”. Dengan banyak teknologi baru yang diantisipasi datang vektor serangan baru, yang membuat kewaspadaan konstan menjadi persyaratan.

Apabila kita melihat bahwasanya data kita merupakan barang berharga, kita perlu memastikan bahwa data tersebut diamankan, diasuransikan, dan diperlakukan dengan tekun. Data bisnis dan pribadi secara terus-menerus akan bergerak di internet , dan penjahat selalu menciptakan cara baru untuk menyabotasenya.Hal tersebut menandakan mengamankan informasi Anda lebih penting dari yang sebelumnya anda lakukan.

Semakin meningkatnya perputaran data di dunia maya, membuat penjahat dunia maya akan lebih agresif. Ada begitu banyak cara penjahat untuk dapat masuk ke dalam bisnis anda seperti : mengakses server, menanam kode berbahaya, menelepon atau mengirim email kepada karyawan, dan mencuri perangkat seluler. Lebih buruk lagi, penjahat cyber mungkin sudah berada di dalam menunggu di jaringan Anda, bekerja sebagai kontraktor, atau duduk di meja sebagai karyawan.

Perkiraan harian Cybercrime mencapai 4.000 serangan ransomware, 33.000 serangan phishing, dan 80 miliar pemindaian berbahaya. Itu sama dengan potensi kehilangan lebih dari 1.000.000 catatan karena tindakan jahat. Laporan dari McAfee (2018) tentang Dampak Ekonomi Cybercrime, mendapati bahwa biaya ekonomi global sekitar $ 600 miliar per tahun, naik dari $ 500 miliar pada 2014, atau sekitar 0,8 persen dari PDB global. Penulis laporan, James Lewis dan wakil presiden senior di CSIS (Pusat Studi Strategis dan Internasional), mencatat bahwa "kejahatan dunia maya tanpa henti, tidak berkurang, dan tidak mungkin berhenti."

Share this Post:
Baca Juga:

0 Comments

Leave a Comment

(optional)
(optional)